"Hop!" Melayang di udara, Ives salto ke depan lalu mendarat dengan jongkok kecil. Berbalik badan, dia langsung meraih tangan Biscuit dan menariknya ke dalam pelukannya.
"Terima kasih."
"Nampaknya kita adalah yang pertama sampai." Melihat ke arah sekelilingnya, dia tidak menemukan satupun jiwa yang bisa dilihat, hanya hamparan datar dari puncak Split Mountain.
Dari atas langit, suara baling-baling Airship milik Asosiasi Hunter bisa didengar. Melihat pergerakan dan posisinya sekarang, nampaknya mereka tidak berencana turun sampai setidaknya beberapa peserta naik ke puncak gunung.
"Bisakah kamu melepaskanku sekarang?" Tanya Biscuit dengan nada malu-malu.
"Hmm, mungkin kita perlu menunggu." Agak enggan, Ives melepaskan pelukannya. Tubuh Biscuit memang sangat nyaman untuk dipeluk, ini seperti boneka raksasa yang terbuat dari kapas dan beludru, bisa dibilang dia cukup ketagihan.
Berjalan ke tepi tebing, Ives mendongkah ke bawah sambil bertanya, "Sambil menunggu, mau mencoba beberapa telur Spider Eagle?" Ives baru ingat kalau dirinya punya lumut Spesial hasil dari 'pemburuan' sebelumnya. Ada empat botol, dia bisa menggunakan satu dan menaburkannya di atas telur itu.
"Hmm, mengapa tidak? Siapa yang akan turun ke bawah?" Berdiri di sebelah pria itu, dia ikut mendongak ke bawah.
"Biarkan aku yang melakukannya. Kamu tunggu di sini, oh, siapkan api juga."
"Oke, dan berhati-hatilah." Biscuit mengangguk. Melihat pria itu melompat ke bawah, Biscuit langsung meraih beberapa ranting kering yang ada di sekitaran area.
Meskipun puncak gunung ini nampak tandus, tapi sebenarnya ada beberapa pohon kecil yang tumbuh di atasnya, dan mungkin juga ada beberapa burung yang menjatuhkan ranting-ranting yang mereka bawa saat melewati daerah ini. Menggunakan senjatanya, Biscuit mencoba menyalakan ranting-ranting itu.
Lima belas menit berlalu, Ives muncul dan mendarat dengan dua buah telur Speader Eagle di kedua tangannya. Tidak seperti telur ayam, telur ini beberapa kali lebih besar, kira-kira seukuran telur burung unta.
Awalnya dia ingin mengambil tiga atau empat, tapi karena telur yang ada di dekatnya hanya ada dua butir saja, dia memutuskan untuk mengambil apa yang ada, lagi pula terlalu rakus tidak baik.
"Fiuh, hampir saja." Ives berjalan menuju Biscuit yang telah membuat api unggun sambil menyeka keringatnya.
"Ada apa?"
"Aku salah memperkirakan waktu dorongan angin, kira-kira dua detik lebih cepat." Jawabnya sambil tersenyum kecil. "Oke, satu untukmu. Banyak orang berkata telur ini rasanya sangat enak, aku sudah tidak sabar."
"Untungnya kamu selamat. Dan ya, aku juga mendengar hal yang sama. Ini akan menjadi pertama kalinya kita mencicipi telur ini, aku harap telur ini benar-benar enak." Biscuit menerima telurnya lalu memanggangnya tepat di atas bara api.
"Aku akan mencoba menaburinya dengan lumut ini, mari kita lihat apakah rasanya akan memenuhi ekspetasiku."
"..." Melihat pria itu mengeluarkan satu toples kecil berisi benda berwarna hijau tua itu, Biscuit akhirnya ingat bahwa dia memang pernah mengumpulkan lumut dari tanduk beruang yang pernah mereka lawan. Dalam hati dia bertanya-tanya apakah pria ini benar-benar tidak merasa jijik?
Satu jam berlalu, Ives dan Biscuit sudah menikmati hasil panggangan mereka. Rasanya memang sangat enak, bahkan Ives yang pernah mencoba berbagai masakan modern di kehidupannya sebelumnya terkejut ketika merasakan telur tanpa bumbu ini. Ketika dia menaburinya dengan lumut yang sudah dia panggang, rasanya menjadi dua kali lebih kuat, harumnya juga berubah menjadi bau hutan. Pernakah Anda pergi ke sumber mata air jernih yang ada di hutan? Ya, baunya seperti itu.
Dalam kurun waktu satu jam, baru ada dua peserta tambahan yang sampai di puncak gunung. Mereka yang baru saja sampai langsung mencium bau harum telur panggang peserta lain. Mereka menelan ludah, tentunya tergoda dengan harum menyengat itu. Karena sudah kelaparan, mereka akhirnya ikut-ikutan mengambil satu.
Didatangi oleh dua orang yang membawa telur Speader Eagle mentah, Ives tidak terlalu keberatan untuk membagikan api unggunnya. Api unggun ini hanya satu kali pakai, jadi tidak masalah.
-----
read chapter 52 on;
patréon.com/mizuki77
