"Kita diturunkan di kota. Sekarang kita perlu mencari tempat rahasia? Ujian macam apa ini?" Biscuit menggaruk kepalanya sambil memandang gelang kusus yang telah diberikan oleh Pengamat Ujian.
"Aku juga penasaran, tapi yah, setidaknya ujian kali ini lebih santai." Ives mengungkapkan pendapatnya. Kota ini cukup kecil, mungkin pencarian ini bisa dilakukan dengan cepat.
"Tapi masalahnya kemana kita harus mencari? Pengamat Ujian berkata bahwa kita bisa masuk setelah menemukan orang yang tepat, tapi siapa? Ini sangat acak." Biscuit menoleh ke arah kiri dan kanannya. Ada banyak orang yang lalu lalang, semuanya terlihat seperti warga biasa, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa mungkin ada salah satu dari mereka yang tahu apa yang mereka cari.
"Selain itu ada peraturan tentang kita yang tidak boleh mengatakannya secara langsung, hanya perlu menunjukkan gelang yang kita pakai. Tapi, menunjukkannya kepada setiap orang yang kita temui di jalan akan membuat kita terlihat seperti orang yang aneh." Bahu Biscuit menjadi lemas, tentunya dia tidak ingin dipandang sebagai orang aneh.
"Memang sangat acak." Ives mengangguk. "Biscuit, ikut aku ke pasar loak, kebetulan aku melihatnya saat kita berada di atas pesawat. Mungkin kita bisa menjual 'senjata' kita dan membeli senjata baru yang lebih enak dipegang." Ives menunjuk cakar raksasa yang dia taruh di punggungnya. Selain tidak enak dipegang, cakar ini juga membuat mereka terlihat sangat menonjol di kerumunan.
"Baiklah. Walaupun senjata ini kuat dan tajam, tapi ukurannya memang terlalu besar untukku. Akan lebih baik lagi jika kita bisa menukarnya dengan senjata yang lain." Biscuit mengangguk.
Berdampingan, mereka langsung menuju pasar loak terdekat. Di sana mereka di sambut dengan berbagai pedagang yang menggelar dagangan mereka. Ada yang menjual sayur-sayuran, barang rongsokan, barang antik, peralatan dapur, dan satu yang mereka cari-cari, yaitu toko senjata. Walaupun kota ini kecil, tapi pasar ini sangat ramai, ini dibuktikan dengan ratusan orang yang lalu lalang setiap saat.
Ives menyenggol lengan Biscuit sambil menunjuk ke arah toko senjata pinggir jalan. Keduanya masuk dan langsung menaruh 'senjata' yang mereka jual di atas meja penjual itu.
"I-ini?! B-beautiful!!!" Penjual yang nampaknya penggila senjata tajam itu langsung berteriak kegirangan. Matanya menyala ketika pelanggan itu datang dan tiba-tiba menawarkan senjata yang mereka sebut aneh kepadanya. "Aneh? Sama sekali tidak, ini pasti cakar dari-" Layaknya nerd, penjual itu mengangkat jari telunjuknya ke atas sambil menjelaskan apa yang dia ketahui.
"Sepuluh juta Jenny untuk masing-masing tangan, totalnya empat puluh juta, bagaimana?" Pedangan itu menawarkan harganya sambil tersenyum lebar. Sebagai penggila senjata, dia tahu benar dari mana cakar ini berasal. Benar, ini berasal dari monster serigala yang sangat berbahaya! Cakarnya sangat tajam dan keras, bahkan menyaingi durabilitas berlian. Jika bahan mentah ini dirubah menjadi kerajinan senjata, maka harganya akan meroket!
'Barang ini lebih berharga dari pada yang aku kira.' Biscuit berbisik ke arah Ives dengan keringat di keningnya. Apakah cakar ini benar-benar berharga empat puluh juta Jenny?!
'Memang tidak terduga bahwa harganya bisa mencapai langit seperti ini.' Ives membalasnya dengan bisikan. Menarik dasinya, Ives tersenyum kecil dan masuk ke mode pembisnis handal.
"Memang harga yang sepadang, deal!"
"Terima kasih, terima kasih. Pelayan saya akan segera membuat check untuk Anda." Pedangan senjata itu mengangguk senang sambil menjabat tangan pelanggang itu.
"Bisakah saya membuat permintaan?" Tanya Ives.
"Tentu, permintaan macam apa yang Anda inginkan?" Angguknya secara profesional.
"Aku ingin senjata, tajam, tahan lama, dan tentunya nyaman untuk dipegang. Apa yang bisa Anda sarankan untuk kita?"
"Tajam, tahan lama, dan nyaman dipegang." Pedagang itu mengelus dagunya. "Ada tiga bagian yang diisi dengan berbagai senjata, yang Anda inginkan tentunya ada di bagian yang paling mahal. Saya akan mengambilkan beberapa yang menurut saya cocok Untuk Anda berdua." Pedagang itu pamit untuk mengambil senjata yang dia maksudkan. Saat kembali, dia menunjukkan sepuluh senjata dengan berbagai ukuran dan bentuk, tapi sayangnya kesepuluh senjata itu tidak cocok untuk mereka.
"Saya ingin yang spesial, bisakah Anda memenuhinya?"
"Spesial, hehe~ Tidak masalah, tapi harganya tentunya juga tidak murah." Pedangang itu tiba-tiba terkekeh sambil menyesuaikan kembali kacamatanya. "Saya akan menggunakan material yang baru saja Anda jual kepada saya, dan saya akan menciptakan senjata terbaik dari sejak berdirinya toko ini! Tapi sayangnya Anda perlu menunggu selama dua hari, apakah tidak apa-apa?" Penjual itu sangat jujur dan penuh dengan antusiasme.
"Bagaimana menurutmu, Biscuit?" Dia tidak keberatan, tapi dia perlu mendengar pendapat Biscuit dulu.
"Kita punya waktu tiga hari sebelum acara utama, kita bisa menunggu sambil mencari tahu orang yang perlu kita hubungi." Setelah berpikir sejenak, Biscuit mengangguk setuju. Toh masih ada banyak waktu. Jika senjata itu benar-benar luar biasa seperti yang dikatakan oleh pedagang maniak ini, maka dia tidak akan keberatan.
"Mencari tahu orang yang perlu dihubungi?" Pedagang yang mendengar percakapan mereka menjadi penasaran, tapi kemudian dia melihat gelang khusus yang mereka pakai. "Mungkinkah?! Apakah kalian peserta Ujian Hunter? Kebetulan sekali... Anda berdua telah bertemu dengan orang yang Anda maksudkan!" Pedagang antusias itu tersenyum lebar.
"?" Biscuit dan Ives saling pandang. Tidak pernah mereka sangka bahwa mereka bisa seberuntung ini.
-----
read chapter 52 on;
patréon.com/mizuki77
