---
🌑 CHAPTER 28 — "Suara dari Balik Gerbang, Identitas Sang Ayah, & Jejak Pemburu Frostveil"
(Lanjutan langsung dari akhir Chapter 27 — tanpa pengulangan)
---
🌟 ADEGAN PEMBUKA — SUARA DI BALIK GERBANG
Gerbang Solar Origin terbuka beberapa inci.
Cahaya putih keperakan merembes keluar.
Semua orang menahan napas.
Damien merasakan jantungnya berdetak lebih keras dari biasanya—bukan karena takut, tapi seperti tubuhnya mengenal suara itu.
Suara Misterius dari balik gerbang itu berbicara lagi:
> "Anakku… kau tumbuh dengan baik."
Rex langsung pucat.
Rex: "B-B-BRO?! Itu suara ayahmu?! Kenapa lebih serem dari neraka?!"
Hana: "Diam. Ini penting."
Lyanna—yang masih berada di pelukan Damien—mengerjap pelan.
Damien tidak bergerak, suaranya datar namun matanya bergetar halus.
Damien: "…Siapa kau?"
Suara itu menjawab pelan, namun mengandung wibawa seperti memerintah bintang.
> "Aku… adalah alasan kau ditinggalkan di dunia terendah.
Dan alasan mengapa semua klan memusuhimu."
Damien mengepal.
Damien: "Kau tidak menjawab."
> "Jika gerbang ini terbuka sepenuhnya… kau akan tahu."
Tiba-tiba gerbang bergetar keras.
Raja Solflare mundur satu langkah. Para tetua melompat menjauh.
Kaelric Sunbrand: "G-Gerbangnya… menolak terbuka lebih lanjut!"
Suara Misterius di kepala Damien ikut bicara:
> "Jangan paksa. Ranahmu masih terlalu rendah. Tubuhmu pecah kalau memaksa masuk."
Damien menggertakkan gigi. Ada kemarahan di matanya—bukan pada sang suara, tetapi pada rasa tidak berdaya.
Damien: "…Lemah sekali aku."
Lyanna memegang bajunya.
Lyanna: "Damien… jangan memaksakan dirimu."
Damien menatap Lyanna sekilas—dan matanya melunak sedikit.
Damien: "Aku tidak akan mati seperti sampah… lagi."
---
❄️ CUT TO — SYOK KEDUA: DARAH FROSTVEIL MENGGILA
Gulungan es tipis muncul lagi dari punggung Lyanna.
Hawanya dingin, menusuk tulang.
Tetua Solflare panik.
"T-Tidak bisa! Gadis ini akan kehilangan kendali!"
Rex mondar-mandir.
Rex: "Halo?! Ada obat penenang untuk manusia-es?!"
Hana: "Ini bukan pilek. Ini darah kuno."
Suara Misterius menjelaskan:
> "Darahlah yang merespons aura sang ayah dari Damien.
Garis keturunan Frostveil menyadari ancaman—atau… koneksi."
Damien menggendong Lyanna.
Damien: "Aku bawa dia keluar. Istana ini tidak akan tahan lebih lama."
Raja Solflare hanya mengangguk.
---
🌙 CUT — DI LUAR ISTANA
Angin dingin memutih berputar di sekitar Lyanna.
Damien meletakkannya perlahan di tanah.
Lyanna membuka mata—penuh cahaya biru.
Lyanna (lemah): "Aku… tidak bisa mengontrolnya…"
Damien:
"Serahkan padaku."
Tanpa kekuatan besar, tanpa aura menakutkan—Damien hanya menggenggam tangan Lyanna.
Dan anehnya…
Dingin itu mereda.
Rex sampai jatuh terduduk.
Rex: "A-Apa dia… termofobia?! Maksudku, imun es???"
Hana: "Dia bukan imun. Esnya takut."
Rex: "ITU LEBIH GILA!!"
Lyanna menatap Damien, wajahnya memerah meski tubuhnya dingin.
Lyanna: "Damien… kau selalu membuatku tenang…"
Damien: "…Kau terlalu berisik kalau panik."
Lyanna: "B-berisik?? Aku hampir mati—"
Damien mengacak rambutnya.
Damien: "Kau baik-baik saja sekarang. Itu yang penting."
Lyanna langsung diam dan merah seperti tomat beku.
Rex & Hana bersatu: "CALON SUAMI—CALON SUAMI—CALON SUAMI!"
Damien: "Ucapkan lagi. Kalian kubenamkan ke magma."
Rex langsung diam.
---
🌫️ PEMBURU FROSTVEIL MUNCUL
Malam tiba.
Awan biru dingin melayang di langit.
Dari kejauhan, dua bayangan berjaket bulu putih terlihat.
Dua kultivator Frostveil pada Pulse Awakening Realm tingkat 9.
Rex: "INI MASALAH! Damien baru Mortal Vein 5! Kita mati!"
Hana: "Kita kabur?"
Damien menggeleng.
Damien: "Aku tidak kabur dari sampah yang mengejar Lyanna."
Lyanna menatapnya—sangat terkejut dan… sedikit jatuh cinta.
---
🔥 PERTARUNGAN DIMULAI (Damien tetap tidak OP)
Salah satu pemburu Frostveil turun dengan aura biru menusuk.
Pemburu 1: "Gadis Frostveil, ikut kami."
Damien berdiri di depan Lyanna.
Damien: "Coba ambil kalau berani."
Pemburu itu menatap remeh.
"Seorang Mortal Vein? Sungguh lucu—"
Damien menghilang dari tempatnya.
Rex teriak: "Kau NGAPAIN BRO?! Kamu cuma level 5!!"
Damien muncul tepat di depan pemburu.
Namun pukulannya hanya sedikit mengguncang lawan.
Pemburu 1 terkejut: "Tidak mungkin… Mortal Vein tidak seharusnya bergerak secepat itu!"
Damien: "Aku tidak butuh banyak."
Ia memutar tubuh—menggunakan teknik fisik dasar yang diajar suara misterius.
Satu sisi tebasan tangan Damien memukul titik nadi pemburu.
Tap.
Pemburu terhuyung.
Tapi tidak jatuh.
Hana mendesis: "Masih terlalu jauh beda kekuatannya!"
Suara Misterius:
> "Aktifkan jalur nadi keempat. Cepat."
Damien menarik napas—
Tubuhnya bergetar. Energi berkumpul.
Damien naik ranah ke: Mortal Vein Realm tingkat 6 → 7
Aura tubuhnya meledak dari dalam, bukan besar, tapi PRESISI.
Pemburu Frostveil mundur setengah langkah.
Pemburu 1: "T-tidak mungkin… dia baru saja—naik ranah?!"
Damien mengangkat kepala.
Damien: "Aku sudah bilang. Aku tidak kabur."
---
⚔️ PERTARUNGAN PENENTU
Pemburu kedua tiba-tiba menyerang Lyanna dari belakang.
Hana berteriak: "LYANNA!!"
Rex lempar batu kecil—yang tentu saja tidak berguna.
Damien berbalik—
Namun tidak cukup cepat untuk Pulse Awakening 9.
Tetapi…
Lyanna membuka mata biru cerah.
Cahaya es keluar.
Eternal Winter Bloodline tahap pertama aktif.
Pukulan pemburu membeku sebelum menyentuhnya.
Damien melompat dan menghantam wajah pemburu itu.
DUARRR!
Pukulan itu tidak membunuh, tapi cukup membuat pemburu itu terlempar lima meter.
Hana: "Dia tidak OP! Dia hanya memukul titik lemah!"
Rex: "Itu… lebih OP dari OP…"
---
❄️ PARA PEMBURU KABUR
Pemburu pertama memegang bahunya yang kebas.
Pemburu 1: "Kita tidak bisa membawa gadis itu. Darahnya sudah bangkit…"
Pemburu 2: "Dan bocah itu… bukan manusia normal."
Mereka kabur dalam kabut es.
Rex melompat kegirangan.
Rex: "KITA HIDUP!! KITA HIDUP!!!"
Damien hanya menghela napas.
Damien: "Mereka akan kembali."
Lyanna memegang lengan Damien dari belakang.
Lyanna: "…Kalau mereka kembali… aku ingin di sampingmu."
Damien: "Selama kau tidak merepotkan."
Lyanna: "Aku—HEY!"
Rex & Hana ngakak.
---
🌑 ADEGAN TERAKHIR — GERBANG SOLAR ORIGIN BERBISIK
Saat mereka kembali ke penginapan…
Gerbang Solar Origin di istana tiba-tiba bergetar pelan.
Suara sang ayah bergema samar.
> "Damien… sebelum gerbang dibuka, kau harus menguasai enam jalur nadi.
Ini baru permulaan."
Cahaya keperakan merembes keluar, mengarah ke Damien dari kejauhan.
Damien merasakan sesuatu terbentuk di dalam tubuhnya—
sebuah jalur energi baru.
Mortal Vein Realm tingkat 7 — stabil.
Matanya menyipit.
Damien: "…Aku akan naik. Dan saat aku kembali ke klan Valtreos…"
Pandangan mata Damien menjadi dingin dan tajam.
"…mereka akan berlutut."
---
🔥 END CHAPTER 28
