Cherreads

Chapter 48 - Chapter 48

────────────────────────────

🌑🔥 CHAPTER 48 — "Istana Bintang, Kesalahpahaman Besar, & Awal Perburuan Klan Valtreos"

────────────────────────────

🌃 ADEGAN PEMBUKA — MALAM DI BALKON

Damien masih berdiri di balkon.

Angin malam berputar pelan, membawa cahaya keperakan yang samar dari garis darah Bulan yang tidak pernah ia sadari.

Zura berdiri di belakangnya.

Zura:

"Master… Anda tampak gelisah."

Damien membuka mata.

Damien:

"Bukan gelisah. Hanya… aku merasakan sesuatu memanggilku dari pusat kerajaan."

"Seolah mereka tahu aku datang."

Zura menunduk kecil.

"Tentu saja. Mereka mengira Anda pewaris Primordial."

Damien menatap ke arah istana jauh di tengah kota.

Damien (lirih):

"Aku… bukan hanya itu."

────────────────────────────

🌟 ADEGAN 1 — ISTANA STARFALL CREST, RUANG PENGAMAT MAHKOTA

Di dalam istana raksasa berbentuk bintang itu, tiga orang berdiri menghadap bola kristal raksasa yang menampilkan Damien di balkon.

Seorang pria paruh baya berambut emas dan mata ungu menatap dalam.

Dialah:

⭐ Kaisar Starfall Crest — Lord Zephyrion Starfall

pengendali informasi, pembaca aura, penguasa yang dihormati seluruh kota.

Zephyrion bergumam:

"Garis keturunan Primordial yang begitu pekat…"

"Anak itu… adalah pewaris yang kucari selama seratus tahun."

Seorang wanita penasihat membungkuk:

"Yang Mulia… apakah Anda yakin? Aura itu bahkan lebih tua dari darah Primordial."

Zephyrion mengangguk.

"Ya. Tapi… ada sesuatu yang ganjil."

Ia memperbesar tampilan aura Damien.

Zephyrion:

"Aura ini… bukan hanya Primordial.

Ada… cahaya lunar yang tidak pernah muncul dalam sejarah."

Penasihat menahan napas.

"Cahaya… Bulan?"

Zephyrion terdiam.

"…Sangat samar. Seperti disegel."

"Tapi aku tak boleh salah langkah."

Ia menatap Damien yang terlihat tenang di layar kristal.

Zephyrion:

"Kita harus mengundangnya ke istana.

Jika dia benar-benar pewaris Primordial, kita harus melindunginya."

Penasihat:

"Dan jika dia bukan?"

Kaisar tersenyum tipis.

"Kalau bukan…

dia tetap terlalu berbahaya untuk dibiarkan bebas."

────────────────────────────

🌘 ADEGAN 2 — DAMIEN MULAI MENCARI INFO KLANNYA

Keesokan paginya—

Damien berjalan sendirian di pasar informasi Starfall Crest.

Sebuah tempat di mana informasi dijual seperti barang biasa.

Pedagang misterius menyapa.

Pedagang:

"Anak muda, wajahmu asing. Kau butuh info?"

Damien:

"Klan Valtreos."

Seketika seluruh warung pasar sunyi.

Beberapa orang menoleh.

Pedagang berkeringat.

"K-Klan Valtreos…? Mereka… bukan klan besar.

Hanya keluarga kecil yang tinggal di pinggiran lembah Skyshade."

Damien menatap lurus.

"Lokasi mereka sekarang?"

Pedagang makin gelisah.

"Kami tak mendengar aktivitas mereka dua tahun terakhir… tapi rumor mengatakan mereka…"

"…menghilang."

Damien menajamkan mata.

"Menghilang?"

Pedagang menunduk agar tidak melihat tatapan Damien.

"Ada yang bilang… mereka diculik."

"Dipindahkan."

"Diambil oleh organisasi yang mencari darah langka."

Damien diam.

Angin di sekelilingnya menegang.

Udara seperti menurunkan suhu.

Pedagang gemetar.

"A-Aku hanya pedagang! Aku tak tahu lebih banyak!"

Damien meredakan auranya.

"Baik."

Ia meninggalkan tempat itu.

Rex yang sejak tadi mengikuti dari jauh mendekat.

Rex:

"Bro… kau nggak apa-apa?"

Damien tidak menoleh.

"Hanya… ada hutang lama yang kurasa harus kubayar."

────────────────────────────

🌠 ADEGAN 3 — KEHADIRAN PASUKAN ISTANA

Saat mereka hendak kembali ke penginapan—

BAM!

Suara langkah teratur menggema.

Pasukan berjubah biru-perak membuka jalan.

Di tengah barisan itu…

seseorang muncul dengan pakaian bangsawan bintang.

Seorang pria berwajah tenang, senyum lembut, tapi auranya mengintimidasi ribuan orang.

⭐ Putra Mahkota Starfall Crest — Aetherion Starfall

Aetherion berhenti tepat di depan Damien.

Semua orang di pasar menunduk.

Aetherion:

"Tuan Damien Valtreos."

Damien:

"…Apa yang kau inginkan?"

Aetherion menunduk sedikit—sikap hormat yang membuat semua orang terkejut.

Aetherion:

"Ayahku, Kaisar Zephyrion Starfall, mengundang Anda ke istana."

Hana terbelalak.

"KAISAR? UNDANG DAMIEN?"

Rex mau pingsan.

"BROOO KENAPA LU SELALU DIINCER PEMIMPIN KERAJAAN?!"

Zura mengangkat alis.

"…Mereka salah paham."

Damien tetap kalem.

"Aku bukan siapa-siapa."

Aetherion tersenyum pelan.

"Tidak perlu merendah."

"Mereka yang memiliki aura Primordial tidak bisa menyembunyikan identitasnya di tempat seperti ini."

Damien menatapnya—tatapannya halus namun dalam.

Damien:

"…Kalau aku bukan pewaris Primordial?"

Aetherion berhenti.

Namun ia tersenyum tipis.

Aetherion:

"Jika itu benar… maka Anda jauh lebih menarik dari dugaanku."

Udara seakan membeku.

Senyum itu bukan ancaman—

tapi juga bukan ramah.

Lebih seperti:

'Aku tidak akan membiarkanmu pergi.'

────────────────────────────

🌑 ADEGAN PENUTUP — DAMIEN MENJAWAB

Damien berdiri diam beberapa detik.

Angin perak tipis berputar lembut.

Suara misterius di dalam kepalanya muncul:

Suara:

"Anak Bulan… jangan takut.

Istana itu… menyimpan jawaban mengenai klanmu."

Damien perlahan menatap Putra Mahkota.

Damien:

"Baik. Aku akan pergi."

Aetherion tersenyum lega.

"Kerajaan menunggumu, Damien Valtreos."

Pasukan membuka jalan.

Cahaya biru turun dari langit seolah menyambutnya.

Damien membalas dengan lirih:

"Jika mereka menyentuh klan Valtreos…"

"…maka istana ini akan menjadi tempat pertama yang kubakar."

────────────────────────────

🔥 END OF CHAPTER 48

────────────────────────────

More Chapters