Cherreads

Chapter 64 - Chapter 64

──────────────────────────

🔥 CHAPTER 64 — "Arena 7 Bergetar, Damien Bikin Panik 200 Peserta, & Rex–Hana Hampir Jadian Tapi Di-Block Lyanna"

──────────────────────────

Arena Warisan Dewa Tinju dipenuhi ribuan peserta yang bersaing memasuki arena masing-masing.

Rex melihat papan pengumuman raksasa.

"Damien Valtreos… Arena 7."

Hana menepuk bahu Rex.

"Relax. Yang masuk arena Damien bukan kita."

Rex jawab sambil pucat:

"Tapi kita LIHAT-nya gimana?! Dia bakalan bikin kerusuhan lagi!"

Lyanna justru tampak bersemangat.

"Semoga dia memukul seseorang sampai terbang ke tribun…"

Hana melirik. "Kau bangga sekali ya."

Lyanna mengangguk mantap. "Tentu."

Damien sendiri hanya berjalan masuk arena dengan tenang, tangan di saku.

──────────────────────────

🔥 Arena 7 — 200 Peserta Menatap Damien Seperti Ancaman Besar

──────────────────────────

Para peserta sudah berbaris.

Ada yang besar-besar, otot menggunung, aura ganas.

Damien masuk.

…dan seluruh area langsung hening.

Salah satu peserta berbisik panik:

"Itu dia… bocah yang KO-in tiga peserta saat latihan uji coba…"

Yang lain menambahkan:

"Katanya dia punya tinju yang bisa meledakkan batu."

Satu lagi:

"Kudengar dia mantan murid Grandmaster Tangan Besi…"

Damien lewat di tengah kerumunan, semua orang mundur memberi jalan.

Rex di tribun:

"ANJIRRR BRO, kau belum ngapa-ngapain mereka UDAH TRAUMA!"

Hana nyengir.

"Itu aura pria yang siap jadi tokoh utama."

Lyanna mengangguk bangga.

"Itu calon suam—"

Rex & Hana:

"Hah?!"

Lyanna batuk. "…suami masa depan yang mungkin."

──────────────────────────

🔥 Pertandingan Pembuka — 200 Peserta, Saling Hajar Bebas

──────────────────────────

Instruktur berteriak:

> "PERTANDINGAN ARENA 7!

LAST MAN STANDING!

BERTARUNG SEKARANG!"

Semua peserta langsung menyerang satu sama lain.

Damien berdiri diam.

Di dalam kepalanya, dua suara mulai ribut.

Suara Misterius:

> "BUNUH SEMUA, BOC—"

Kael/Bapaknya:

> "JANGAN DENGARKAN DIA! Kau bahkan belum pakai teknik hangat-hangat!"

Suara Misterius:

> "KAU DIAM SAJA, BAPAK SOK KUAT!"

Kael/Bapaknya:

> "AKU BAPAKNYA, DASAR MAKHLUK GADUH!"

Damien memijat pelipis.

> "Kalian… ributnya nanti saja."

Suara Misterius & Kael serentak:

> "TIDAK!"

Damien menghela napas.

> "…hidupku berat."

──────────────────────────

🔥 200 Peserta Maju — Damien Bergerak

──────────────────────────

Sepuluh peserta terkuat serentak menyerbu Damien.

Yang paling depan meneriakkan jurusnya.

"Iron Boulder Fist!"

Tinju besar itu mengarah ke wajah Damien.

Damien mendongak sedikit.

> "Pelan."

BAMMM!!

Sekali pukul — hanya sentuhan ringan — orang itu terlempar 7 meter dan pingsan.

Dua peserta lain menyerang dari samping.

Damien memutar tubuh.

> "Wave Burst — Half."

WUUUSHH!!

Gelombang tinju kecil itu membuat dua orang langsung tumbang seperti boneka.

Selanjutnya lima orang mencoba menjatuhkan Damien dari belakang.

Damien memutar pergelangan tangan.

> "Terlalu bising."

DOR!

Semua terpental keluar arena.

Rex di tribun:

"GILAA!! BRO INI MASIH PEMBUKAAN ARENA ATAU PEMBUKAAN SURAT KEMATIAN?!"

Hana tertawa.

"Aku sudah bilang dia OP."

Lyanna memandang Damien dengan mata berbinar.

"Dia sempurna."

Rex:

"LYANNA TOLONG… JANTUNGKU—"

Lyanna: "Bukan urusanku."

──────────────────────────

🔥 Sisa 170 Peserta — Damien Minta Mereka Menyerah

──────────────────────────

Damien mengangkat tangan sebentar.

> "Kalau tidak ingin terluka, menyerahlah."

170 peserta langsung panik.

"AKU NYERAH!!"

"AKU JUGA!"

"NYAWA LEBIH PENTING!"

"AKU MASIH MAU NIKAH!"

15 detik kemudian…

> Tersisa 22 peserta.

Zura di tribun:

"Master benar-benar… menakutkan."

──────────────────────────

🔥 Rex–Hana Romance: Round 2 (Gagal Lagi)

──────────────────────────

Rex menonton Damien sambil memeluk paha sendiri.

Hana mendekat pelan.

"…Rex."

Rex: "Hm?"

Hana: "Kalau kau di arena itu… aku pasti—"

Rex mendekat, berharap.

"Ya? Kau pasti apa?"

Hana tersenyum lembut.

"Aku pasti akan—"

Rex menahan napas.

Lyanna tiba-tiba berdiri di antara mereka.

> "JANGAN GANGGU MOMENKU MENONTON DAMIEN."

Keduanya terdorong mundur.

Rex jatuh tersungkur.

"LYANNAAAA KAU BLOCK AKU TERUSSS!"

Hana terdiam, pipinya merah.

"…Nanti kulanjut."

Rex langsung hidup kembali. "HAHA?? KAPAN??"

Hana berjalan pergi.

"Nanti."

Rex:

"THE BABY SAY NANTI… AKU KAPAN AJA BOLEH."

──────────────────────────

🔥 Arena 7 — Damien vs 22 Peserta Tersisa

──────────────────────────

22 peserta yang masih berdiri mulai maju dengan taktik baru.

Mereka membentuk formasi setengah lingkaran.

Salah satu dari mereka berteriak:

"Kalau kita bersama, kita bisa menjatuhkannya!!"

Damien menatap mereka datar.

> "Baik. Aku tes kekuatan baru."

Suara Misterius bersorak:

> "YA! GUNAKAN MODE BARU! Pukul mereka sampai tinggal debu!"

Kael/Bapaknya:

> "TIDAK! JANGAN DIBUAT DEBU! CUKUP KO!"

Damien mengangkat kepalan tangan biru gelap.

Energi padat berputar di sekitar tinjunya.

Angin bergetar.

Arena 7 retak halus.

22 peserta itu langsung pucat serentak.

"JI-JI-JURUS APA ITU?!"

"ITU SUARA ANGIN ATAU NERAKA?!"

"Aku… aku menyesal ikut kompetisi ini…"

Damien menarik napas.

> "Burst Torrent — First Form."

BAAAAAAAAAAM!!!!

Gelombang tinju besar meledak ke depan, membasuh seluruh barisan peserta.

Dalam 1 detik—

Semua 22 peserta terpental keluar arena serempak, berguling seperti bola-bola manusia.

Instruktur sampai menjatuhkan catatan.

"…p-pemenang Arena 7… Damien Valtreos."

Kerumunan meledak.

WOOOOOOOOOOO!!!!

Lyanna:

"Damien… luar biasa."

Rex:

"BRO. BRO. BROO… KAU DEWA APA MANUSIA?!"

Hana:

"Rex, kalau kau mau jadian sama aku, minimal latihan sedikit."

Rex:

"…ha?"

──────────────────────────

🔥 Ending Chapter — Suara Misterius Mengungkap Petunjuk Baru

──────────────────────────

Damien keluar arena, menatap langit gelap lembah.

Suara Misterius berbisik pelan:

> "Damien… kekuatanmu mulai membuka segel tubuhmu.

Kau akan segera melihat… warisan siapa yang mengalir di darahmu."

Kael/Bapaknya menimpali:

> "TAPI JANGAN NURUT SAMA MAKHLUK ITU! AKU AYAHMU!—"

Suara Misterius:

> "DIAM KAU, AYAH SOK KUAT!"

Damien menutup muka.

> "Plis… satu dari kalian diam setidaknya 10 detik."

Keduanya serentak:

> "TIDAK."

Damien:

> "…hidupku makin berat."

Dan kompetisi baru dimulai.

──────────────────────────

🔥 END CHAPTER 64

More Chapters