Cherreads

Chapter 66 - Chapter 66

πŸ”₯ CHAPTER 66 β€” "12 Finalis, Raviel Turun dari Langit, & Dua Pasangan Resmi Menggila"

(MC: Damien Valtreos)

──────────────────────────

πŸŒ™ Pagi Hari β€” Arena Final 12 Orang

──────────────────────────

Langit lembah kompetisi dipenuhi awan biru cerah.

12 peserta berdiri di podium berbentuk lingkaran raksasa.

Damien datang paling terakhir.

Aura biru gelapnya lebih stabil daripada kemarinβ€”tenang, dingin, tapi tajam seperti pisau surgawi.

Lyanna langsung menghampirinya dengan langkah cepat.

"Damien… semalam kau tidak tidur sama sekali?"

Damien hanya mengangguk kecil.

Lyanna menggembungkan pipi.

"Kau harus bilang kalau butuh ditemani…"

Damien memiringkan kepala.

"Apa kau mau menemani semalaman?"

Lyanna langsung merah seluruh wajahnya.

"A-Aku tidak bilang begitu!!"

Rex berbisik ke Hana:

"Lihat itu… Lyanna kena mental tiap 3 menit."

Hana tersenyum lembut padanya.

"Tidak beda jauh denganmu. Kau kena mental tiap aku gandeng tanganmu."

Rex langsung freeze.

"Tolong jangan ungkit itu, aku masih deg-degan sampai sekarang…"

Hana pelan memeluk lengan Rex.

"Aku suka kamu yang deg-degan."

Rex: "AKU MATI BAHAGIA."

──────────────────────────

πŸ”₯ Penentuan 12 Finalis β€” 6 Dibuat KO Seketika

──────────────────────────

Instruktur mengangkat bendera.

> "DARI 12 FINALIS β€” 6 MENDAPAT BYE, 6 AKAN BERTARUNG!"

Bendera turun.

Dalam sekejap, enam finalis langsung menyerang Damien tanpa ragu.

"Ambil dia dulu!"

"Dia paling bahaya!"

Damien menghela napas.

> "Serius? Baru pagi sudah begini."

Ia mengangkat tangan kanan.

Fist Resonance β€” Stage 1: Pulse Shatter

BOOOOOOM!!!

Kaki Damien menghantam tanah, menciptakan gelombang kejut horizontal.

6 finalis langsung terhempas seperti daun, jatuh pingsan sebelum sempat teriak.

Instruktur berdiri dengan wajah kosong.

"D-Damien… kau KO enam orang dalam satu teknik…"

Damien: "Maaf. Aku lupa menahan."

Suara Misterius: "JANGAN TAHAN! HANCURKAN!!"

Kael/Bapaknya: "TENANG! TAHAN! JANGAN BIKIN MAYAT!"

Damien: "Kalian ribut pagi-pagi."

Lyanna memeluk bahu Damien dari samping.

"Mereka menyerang duluan. Kau tidak salah."

Damien meliriknya.

"Kau membelaku?"

Lyanna tersipu, tapi mengangguk.

"Aku selalu membelamu."

Damien mengusap kepala Lyanna lembut.

Rex menatap pemandangan itu sambil meratap ke Hana.

"Hana… aku mau dielus juga."

Hana mencubit pipi Rex.

"Ini lebih cocok."

Rex: "Kenapa aku suka ini…"

──────────────────────────

πŸ”₯ 6 Finalis Tersisa β€” Arena Mendadak Sunyi

──────────────────────────

Tinggal 6 orang yang tersisa.

Aura mereka mencuat tajam dan penuh tekanan.

Salah satunya maju.

Rambut coklat gelap, tubuh kekar, mata menyala seperti hewan buas.

Aura liar mengamuk begitu ia melangkah.

Para penonton langsung berdiri dari kursinya.

"…Itu… dia…"

"…Penerus Fang Fist…"

"…Prodigy paling menakutkan tahun ini…"

Ia menatap Damien.

> "Kau Valtreos?"

Damien balas encar dingin.

> "Kau Raviel Beastborn?"

Waktu seakan berhenti.

Rex berbisik ke Hana, gemetar.

"Hana… aku… aku ngerasa Damien dan Raviel bikin tekanan lebih kuat dari dosen matematika."

Hana tersenyum kecil.

"Aku setuju."

──────────────────────────

⚑ Raviel Beastborn Turun dari Platform β€” Kejutan Besar

──────────────────────────

Raviel melangkah turun dari platform.

Tiap langkahnya menyebabkan udara pecah kecilβ€”seolah tanah tidak mampu menahan kekuatannya.

> DOOM…

DOOM…

DOOM…

Aura tinjunya menjadi bayangan singa.

Raviel mengangkat tangan, lalu menunjuk Damien.

> "Aku tak peduli urutannya.

Aku mau bertarung denganmu… di final."

Instruktur terkejut.

"Raviel! Belum waktunyaβ€”"

BRAAAAKβ€”

Raviel menghentak tanah, membuat instruktur tutup mulut otomatis.

Damien menyeringai tipis.

> "Baik. Aku tunggu kau."

Suara Misterius:

> "Bagus!! BUNUH!!!"

Kael/Bapaknya:

> "MENANGKAN, JANGAN BUNUH!!!"

Damien:

> "Bisa kalian sepakati satu hal saja?!"

──────────────────────────

πŸ’ž Momen Romantis: Hana–Rex (Level 10 Soft Romance)

──────────────────────────

Saat Raviel pergi, Hana menatap Rex yang masih gemetar.

"Rex."

"H-Hah?"

Hana mengelus pipinya.

"Kau kuat juga kok… mungkin bukan selevel Damien, tapi kau kuat di caramu sendiri."

Rex langsung meleleh.

"Aku… Hana… kalau kau ngomong lebih manis dari ini… aku bisa mati."

Hana menahan tawa.

"Jangan mati, aku butuh kamu."

Rex langsung memeluk Hana dengan full power.

"AKU RESMI JADI LAKI-LAKI KUATβ€” SECARA EMOSI!!!"

Penonton sekitar: "…?"

──────────────────────────

πŸ’ž Momen Romantis: Damien–Lyanna (Level 20 Heart Melt)

──────────────────────────

Lyanna tiba-tiba menarik Damien ke sisi tribun yang sepi.

"Damien… aku… ingin bilang sesuatu."

Damien memiringkan kepala.

"Hm?"

Lyanna menggenggam tangan Damien… keras.

"Aku tahu kau akan menghadapi Raviel. Dia berbahaya… tapi aku… aku percaya padamu. Dan…"

Lyanna menatap Damien dari jarak yang sangat dekat.

"…aku ingin selalu di sisi orang yang aku percaya."

Damien terdiam.

Kemudian ia mendekat, menyentuhkan keningnya ke kening Lyanna.

Suara Misterius: "CIUM!!"

Kael/Bapaknya: "JANGAN TERLALU CEPAT!!"

Damien mengabaikan keduanya.

> "Jangan pergi dari sisiku."

Lyanna memerah, tapi tersenyum lembut.

"Tidak akan."

Mereka berdiri dengan jarak nol, udara di antara mereka nyaris menghilang.

Rex dari jauh:

"HAH?! KENAPA DAMIEN LEBIH CEPAT DARI AKU?!"

Hana: "Rex… fokus ke aku dulu."

Rex langsung bungkam.

──────────────────────────

πŸ”₯ Akhir Chapter β€” Mode Ketiga Bergetar

──────────────────────────

Saat Damien berjalan kembali ke arena, tubuhnya bergetar.

Seakan ada pintu kekuatan terbuka sedikit.

Suara Misterius berbisik gila:

> "MODE KETIGA… SUDAH DI AMBANG!!"

Kael/Bapaknya panik:

> "JANGAN AKTIFKAN! TUBUHNYA BELUM 100% SIAP!!"

Damien menatap tinjunya yang bergetar biru gelap.

> "Raviel…

Final besok… kita lihat siapa yang layak."

──────────────────────────

πŸ”₯ END CHAPTER 66

More Chapters