Cherreads

Chapter 93 - Chapter 93

---

🔥🌙 CHAPTER 93 — "Latihan Kematian, Hyper Mode Awal, dan Rex Hampir Mati Tanpa Sengaja."

Lokasi: Reruntuhan Markas Bayangan, ruang latihan alami di bawah tanah.

Waktu: Sesaat setelah Damien menetapkan tujuannya.

---

🌒 ADEGAN 1 — Damien Masuk Ruang Latihan Dimensi Dalam

Zura berdiri di pintu reruntuhan sambil memutar bola energi.

Zura:

"Kalau mau mengejar Lyanna dan melampauiku, kita tidak punya waktu."

Damien memberi anggukan tipis.

Tapi tiba-tiba—

DUAAM

Lantai terbelah dan Damien tersedot oleh cahaya hitam-merah.

Rex:

"WARGH—DAMIEEEEN!—Oh, ternyata efek latihan ya. Kukira dia mati tadi…"

Hana mengelus wajahnya.

"Hentikan drama, Rex…"

---

🌙 ADEGAN 2 — Bertemu Kael Arclight & Suara Misterius di Alam Pelatihan

Damien muncul di ruang putih kosong yang luasnya tak terhingga.

Angin hening.

Kemudian dua cahaya muncul:

1. Cahaya merah — Suara Misterius

2. Cahaya perak kebiruan — Kael Arclight, ayah Damien

Kael Arclight tersenyum tipis.

Rambut peraknya berkibar seperti bulan retak.

Kael Arclight:

"Kau makin mirip ibumu."

Damien:

"…aku bahkan tidak pernah melihatnya."

Kael Arclight:

"Ya, makanya mirip."

(komedi deadpan)

Damien menatapnya kosong.

"…itu tidak membantu."

Suara Misterius tertawa.

"Ayahmu humorinya kacau sejak jadi dewa bulan."

Kael Arclight:

"Diam. Humorku suci."

Damien menghela napas seperti "kenapa dua makhluk ini yang melatihku…"

---

🔥 ADEGAN 3 — Latihan: Mengendalikan Hyper Red Primordial

Suara Misterius mengangkat tangan.

BOOOM

Energi Hyper Red Primordial keluar dari tubuh Damien seperti ledakan darah dan magma.

Damien langsung berlutut.

Damien:

"Terlalu… liar…"

Suara Misterius:

"Itu karena warisan kedua ini adalah kekuatan ayahmu yang belum pernah disegel."

Kael Arclight mengangguk.

"Satu langkah salah, kau berubah jadi raksasa merah yang membunuh kawan sendiri."

Damien:

"…contoh yang sangat membuat percaya diri."

Kael Arclight:

"Terima kasih."

Damien:

"Bukan pujian."

---

🔥🌑 ADEGAN 4 — Masuk Hyper Mode Awal

Suara Misterius menekan dada Damien.

Energi merah menyala liar.

Hyper Red Primordial:

—GRAAAAA—

Damien merasakan tubuhnya seperti dililit 10 naga.

Kael Arclight:

"Tarik nafas. Fokuskan pikiranmu pada inti bulan di dalam dirimu."

Damien menutup mata.

Energi merah pekat berkumpul di sekitar wajah dan lengan.

Namun satu detik kemudian—

BOOOM

Damien kehilangan kendali dan meledak dalam amukan energi.

---

😭 ADEGAN 5 — Rex Hampir Mati di Dunia Nyata

Di luar ruang latihan, tubuh Damien mengamuk tanpa sadar.

Rex sedang makan roti bakar.

Rex:

"Damien bangun? Belum ya—"

CRACK—CRACK—CRACK

Aura merah memotong udara.

Rex:

"…HAH?!"

Damien yang tak sadar mengayunkan tebasan energi merah.

Rex:

"A-APAAN IN— DAMIEEEEN JANGAN BUNUH SUPPORTMU WOOYY!!"

Hana dry-voice:

"Kamu memang gampang mati, Rex."

Rex:

"Aku TIDAK MAU JADI KORBAN PERTAMA MC!"

Damien menebas lagi.

Hana menyeret Rex seperti karung.

"Hush. Diam. Dia sedang latihan mental."

Rex:

"TAPI MATIKU FISIK!"

---

🌙🔥 ADEGAN 6 — Damien Mengendalikan Hyper Mode Awal

Di ruang dimensi—

Damien membuka mata.

Merah pekat.

Tapi terkendali.

Setetes energi merah jatuh dari tangannya, membentuk pola kuno.

Suara Misterius tersenyum puas.

"Kau berhasil… bahkan lebih cepat dari ayahmu."

Kael Arclight menatap Damien lama.

"Damien… ketika kekuatanmu tumbuh, dunia ini akan mulai retak.

Dunia yang lebih tinggi akan memperhatikanmu."

Damien:

"Aku tidak peduli."

Tatapannya tajam.

Dingin.

Tapi membara.

"Aku hanya ingin Lyanna kembali."

Kael Arclight menatapnya dengan mata sedih yang jarang terlihat.

"…kau benar-benar putra ibumu."

---

🔥 ADEGAN 7 — Kembali ke Dunia Nyata

Sret—

Damien keluar dari pelatihan dimensi.

Aura merah di tubuhnya kini stabil, seperti bara yang menunggu meledak.

Rex langsung memeluk kaki Damien.

Rex:

"Tolong jangan bunuh aku lagi…"

Damien datar:

"Kalau aku mau bunuh kau, kau sudah mati."

Rex:

"Kenapa gaya berbicaramu seperti Zura sekarang?!"

Zura yang mendengar tersenyum halus.

"Anak yang baik."

Rex:

"ITU BUKAN PUJIAN!!"

---

🔥 END CHAPTER 93 🔥

Highlight:

Damien mulai menguasai Hyper Red Primordial dalam bentuk awal.

Kael Arclight dan Suara Misterius mulai melatih serius.

Rex hampir mati karena aura liar Damien.

Zura menyadari Damien semakin mirip "penciptanya".

Dunia bawah masih belum tahu dunia atas, rahasia tetap aman.

---

More Chapters