š„ CHAPTER 100 ā "KEMURKAAN DAMIEN VALTREOS"
---
š ADEGAN 1 ā Kebangkitan yang Tidak Semestinya Ada di Dunia Rendah
Hutan itu⦠mendadak sunyi.
Bahkan angin pun seolah takut bergerak.
Aura Damien menyebar seperti lautan merah-hitam, merayap di tanah, mencengkeram udara, membuat tiga eksekutor tersentak dan mundur beberapa langkah.
Eksekutor 1 gemetar.
Eksekutor 1:
"Ini⦠bukan aura Spirit Manifest⦠atau Essence Flow⦠Ini apa�!"
Damien berdiri perlahan, tubuhnya masih penuh luka, napasnya berat⦠tapi matanyaā
Mata itu bukan milik manusia.
Warna merah emas berputar seperti mata Dewa Purba yang baru terbangun.
Rex tersungkur lemas melihatnya.
Rex: "E-eh⦠Damien? Itu lu 'kan? Atau lu kerasukan bapak lu?"
Hana berdiri gemetar, air mata jatuh tanpa ia sadari.
Hana berbisik, suaranya pecah:
"Damien⦠kau⦠bangun⦠aku kira kauā¦"
Damien menoleh perlahan ke arah suara Hana.
Untuk sepersekian detik, dinginnya meredaādan ia terlihat⦠hidup kembali.
Damien:
"ā¦Hana?"
Hana langsung menutup mulut, menahan isak.
Hana:
"B-bodoh⦠kau bikin aku takut setengah matiā¦"
Damien tersenyum tipis.
Sangat tipis.
Tapi penuh hangat.
Damien:
"Maaf. Aku telat bangun."
Eksekutor 1 mengangkat pedangnya, memaksa dirinya bersikap tenang meski keringat dingin turun membasahi punggungnya.
Eksekutor 1:
"Tidak peduli apa dirimu⦠target kami tetap sama."
Damien kembali menatap tiga eksekutor ituā
Dan dalam sekejapā¦
senyumnya hilang.
Yang tersisa hanya⦠kemarahan dalam bentuk paling tenang.
---
š„ ADEGAN 2 ā Aura yang Menghancurkan Jiwa
Aura Damien meledak.
BUUAAARRRRRā!!!
Tanah terbelah seperti kaca yang dihancurkan dari dalam.
Akar-akar pohon tercabut.
Burung-burung jatuh dari langit.
Udara bergetar seolah menahan teror.
Eksekutor 3 langsung tersungkur, wajahnya pucat.
Eksekutor 3:
"Ini⦠tekanan jiwa� Bocah ini⦠bagaimana mungkin?!"
Eksekutor 2 mencoba menyerang.
Dalam satu langkah, ia menghilang.
Hana menjerit:
"DAMIEEEā"
Namun Damien hanya mengangkat satu jari.
Satu.
DOR.
Tekanan aura Damien menghantam Eksekutor 2 seperti gunung jatuh dari langit.
Eksekutor 2 terpental ratusan meter, menghancurkan tiga pohon besar dan terbaring tidak bisa bergerak.
Rex melongo.
Rex:
"A⦠apa tadi?! Kekuatan Mortal Realm bisa beginian? Nggak masuk akal! Ini bukan anime 'kan?!"
Hana hanya bisa terdiam.
Jantungnya berdetak cepat.
Ia tidak tahuā¦
apakah ia harus takutā¦
atau kagumā¦
atau keduanya.
Damien perlahan berjalan maju, aura berputar mengelilinginya seperti roh-roh merah hitam.
---
š ADEGAN 3 ā Eksekutor 1 Melawan Mati-matian
Eksekutor 1āpemimpin merekaāmenahan napas, mengumpulkan seluruh Essence Flow Realm 7 miliknya.
Energi gelap membentuk tombak raksasa.
Eksekutor 1:
"KAU MEMBUAT KESALAHAN, BOCAH!"
Ia melempar tombak itu.
WHOOSSHHH!!
Tombaknya menghancurkan tanah sepanjang 20 meter.
Rex berteriak:
"DAMIEEENNN!!"
Namun Damienā¦
Tidak bergerak satu inci pun.
Ia hanya melihat tombak itu datangā¦
mengangkat tanganā¦
ā¦dan menghentikannya hanya dengan dua jari.
CLACK.
Rex: "HAH?!"
Hana ternganga: "I-Impossibleā¦"
Eksekutor 1 tidak percaya.
Eksekutor 1:
"Itu⦠itu teknik terkuatku⦠tidak mungkinā¦!!"
Damien menarik tombak itu perlahan.
CRACKāCRACKāCRACKā
Tombak energi itu hancur seperti pasir.
Damien menatap eksekutor itu dengan tatapan setajam pisau.
Damien:
"Kau menyakiti teman-temanku."
Langkah Damien maju.
"Kau mencoba membunuh mereka."
Satu langkah lagi.
"Kau membuat Hana menangis."
Aura Damien tiba-tiba membesar sampai hutan runtuh di radius 30 meter.
Dan dengan suara datar penuh kebencian, Damien mengucapkan:
Damien:
"Untuk itu⦠kau tidak layak hidup."
Eksekutor 1 langsung mundur, ketakutan baru pertama kali muncul di wajahnya.
Eksekutor 1:
"āTunggu, kita bisa bicarā"
SHAAAA!!!
Damien menghilang.
Dan dalam sekejapā
SRAATā
Leher eksekutor itu teriris garis tipis.
Tidak ada darah yang keluar.
Waktu berhenti.
Laluā¦
DUAAARR!!
Tubuh eksekutor 1 meledak seperti debu hitam tertiup angin.
Rex menjatuhkan pedang patahnya.
Rex:
"ā¦Yah. Aku resmi tidak mau bikin Damien marah seumur hidup."
---
š ADEGAN 4 ā Damien Menangkap Eksekutor Terakhir
Eksekutor 3 mencoba kabur.
Ia berlari, melompat ke pepohonan, memecah suara angin, mencoba keluar dari hutan.
Namunā¦
Tap.
Seseorang berdiri di depannya.
Damien.
Tanpa suara. Tanpa cahaya. Tanpa langkah.
Damien:
"Kau mau ke mana?"
Eksekutor 3 menangis.
Eksekutor 3:
"A-ampun⦠aku hanya menjalankanā"
Damien menatapnya tanpa emosi.
Damien:
"Aku tidak peduli alasanmu."
Tangan Damien menyala merah gelap.
Damien:
"Tidurlah."
BRUAAAKK!!
Damien menepuk kepala eksekutor itu dengan dua jariā
dan tubuhnya langsung roboh tidak sadarkan diri, tulang-tulangnya patah tanpa suara.
Tidak dibunuh.
Karena Damien tahu dia yang paling banyak bicara.
Dia berguna untuk diinterogasi.
---
š ADEGAN 5 ā Damian Kembali ke Hana & Rex
Aura Damien mereda pelan.
Tubuhnya goyah sedikitā
efek kebangkitan warisan itu masih berat.
Hana memekik pelan dan langsung berlari.
Hana:
"Damien!"
Ia menangkap tubuh Damien sebelum jatuh.
Hana memegang wajah Damien dengan panik.
Hana:
"Kau⦠tidak apa-apa? Kau tidak terluka lagi? Kau sadar nggak berapa lama kau pingsan?!"
Damien tersenyum kecil.
Damien:
"Aku baik."
Hana menggigit bibir, marah sekaligus lega.
Hana:
"KAU INI! Jangan buat akuā"
Suaranya pecah.
Ia memeluk Damien erat, menenggelamkan wajahnya di dada Damien.
Hana:
"ājangan buat aku takut lagiā¦"
Damien diam, lalu pelan-pelan membalas pelukan itu.
Damien:
"Maaf."
Rex mengangkat jempol sambil gemetaran.
Rex:
"Not bad, bos. Not bad. Cuma⦠bisa nggak next time bangunnya nggak sambil bikin hutan mau meledak?"
Damien:
"Tidak bisa."
Rex: "Oh⦠oke."
---
š ADEGAN 6 ā Suara Misterius Kembali
Ketika suasana mulai tenangā¦
Tiba-tiba suara dalam kepala Damien berbicara.
[Kekuatanmu⦠kembali terbangun, pewaris.]
Suara itu menggema, jauh lebih jelas dari sebelumnya.
Damien memejam.
Damien (dalam hati):
"ā¦Kau siapa sebenarnya?"
[Kita akan bicara⦠saat kau siap. Untuk sekarang⦠selamat datang kembali di jalur puncak.]
Damien membuka mata.
Matanya masih menyala tipisā
merah emas.
Dengan suara rendah, Damien berbisik:
Damien:
"Aku⦠kembali."
---
š„ END CHAPTER 100 š„
