Cherreads

Chapter 102 - Chapter 102

šŸ”„ CHAPTER 102 — "Awal God-Sight, Gerakan Organisasi Gelap, & Zura Dalam Bahaya"

---

šŸŒ‘ ADEGAN 1 — Pelatihan God-Sight Dimulai

Hutan kembali sunyi. Malam turun, udara dingin, namun Damien duduk bersila tanpa bergerak.

Aura Spirit Manifest Realm tingkat 7-nya berputar pelan, stabil… namun matanya—

berkilau merah-emas.

Runik halus terus berputar di irisnya, seakan mata itu bukan milik manusia.

Suara misterius berbicara lagi, lebih dalam dan lebih jelas.

[God-Sight, tahap pertama: Penetration Sense.]

Damien menarik napas.

Damien:

"…apa itu melibatkan rasa sakit?"

[Jika matamu tidak berdarah, itu bukan pelatihan.]

Damien:

"Bagus. Aku suka cara kerjamu."

Rex langsung mundur 3 langkah.

Rex:

"Gue TIDAK suka."

Hana menatap Damien dengan cemas.

Hana:

"Kau yakin ingin mulai sekarang? Kau baru bangun…"

Damien membuka mata sedikit—

melirik Hana dengan tatapan lembut namun tetap dingin.

Damien:

"Aku tidak punya waktu. Organisasi itu bergerak lebih cepat dari yang kuduga."

Suara misterius:

[Fokus. Lihat aliran qi di udara.]

Damien membuka mata penuh.

BRUAAAK—

Pandangan Damien berubah total.

Dunia seolah ditarik, warna memudar…

yang tersisa hanya garis-garis energi, aliran qi biru, merah, dan ungu bergerak seperti sungai kecil.

Namun semakin lama Damien memandang—

darah mengalir dari sudut matanya.

Hana panik:

"Damien! Matamu—"

Damien:

"Tidak apa."

Rex:

"ITU NGGAK 'NGGAK APA' BRO! ITU DARAH!"

Damien menahan sakitnya.

Sakit yang menusuk tepat di saraf mata.

Namun ia tersenyum tipis.

Damien:

"…ini pelatihan paling menyebalkan yang pernah kurasakan."

Suara misterius:

[Bagus. Jika kau tidak pingsan, kita bisa lanjut.]

Rex:

"HEH?! Ini baru tahap pertama?"

Suara Misterius:

[Tahap pertama… dari 13 tahapan.]

Rex:

"AH SUDAH, GUE PERGI MINUM."

Hana memijat pelipis.

Damien menutup mata, menstabilkan qi.

Tetesan darah yang jatuh ke tanah langsung menguap oleh panas aura merah-emasnya.

Ia mendesah pelan.

Damien (dalam hati):

Lyanna… jika organisasi itu benar-benar mengejar garis darah primordialmu… kau harus tetap hidup sampai aku mencapai puncak ranah ini.

Suara Misterius mendengar pikirannya.

[Perasaanmu mengganggu fokusmu, pewaris.]

Damien:

"Aku fokus. Jangan komentar soal itu."

[Kau tidak akan pernah menguasai tahap kedua jika emosimu lemah.]

Damien mengerutkan kening.

Damien:

"Emosiku tidak lemah."

Suara Misterius:

[…kau memikirkan gadis itu setiap 4 menit.]

Rex dari kejauhan teriak:

"VALID!"

Damien melempar batu ke kepala Rex tanpa melihat.

TEPAK!

Rex:

"AU!"

Damien:

"Diam."

Hana tertawa kecil.

Udara tegang, tetapi tetap hangat karena interaksi mereka.

Namun suasana itu…

tidak bertahan lama.

---

🌘 ADEGAN 2 — Zura Dalam Bahaya

Angin berubah.

Damien membuka mata tiba-tiba.

Hana:

"Damien?"

Damien berdiri.

Mata God-Sight yang masih setengah aktif menunjukkan alur qi kacau di utara.

Aliran itu… seperti milik Zura.

Damien:

"…Zura bertarung."

Rex langsung tegang.

"Lawan siapa?!"

Damien memfokuskan mata, menahan rasa sakit lagi.

Energi yang terlihat… bukan energi binatang atau manusia biasa.

Alirannya gelap, bergerigi, dan berdenyut seperti racun.

Damien mengerutkan kening.

Damien:

"Bukan manusia. Bukan beast. Ini… qi hasil eksperimen."

Hana menutup mulutnya takut.

"Eksperimen… organisasi itu?"

Damien mengangguk.

Damien:

"Jika mereka mengirim eksperimen—mereka sudah tahu lokasi Zura."

Rex mengepal.

"Kalau mereka dapet boneka hidup rank Calamity… mereka bisa bikin pasukan…"

Damien:

"Mereka tidak akan menyentuhnya."

Damien menatap ke arah utara.

Aura Spirit Manifest Realm 7-nya mulai bergerak liar.

Energi merah-emas naik, memecahkan tanah di bawahnya.

Hana memegang lengan Damien dari samping.

"Damien… pelan-pelan. Kau baru bangun."

Damien menatap mata Hana sebentar.

Ada kelembutan singkat.

Damien:

"Aku harus pergi. Zura tidak akan mati… tapi dia bisa rusak."

Rex:

"Kami ikut."

Damien menggeleng.

Damien:

"Kalian terlalu lambat untuk mengikuti kecepatanku."

Rex tersinggung.

"HEY—"

Damien hanya mengangkat tangan.

Damien:

"Aku akan kembali sebelum fajar."

Hana menggigit bibir.

"…hati-hati."

Damien tersenyum tipis, untuk Hana saja.

"Kau yang harus hati-hati. Jangan menangis kalau aku terlambat."

Hana memerah.

Rex:

"GUE JADI LONELY. STOP MOMENT ROMANTISNYA."

Damien mengaktifkan God-Sight lagi, walau sakitnya mengiris.

Simbol runik di mata berputar.

Damien:

"Zura… tunggu aku."

Swoosh—

Damien menghilang, meninggalkan ledakan angin.

---

šŸŒ‘ ADEGAN 3 — Organisasi Gelap Mulai Bergerak

Di tempat jauh…

sebuah ruangan gelap penuh simbol kuno.

Para anggota organisasi berdiri melingkar.

Sosok berjubah ungu berbicara:

"Target kita—Lyanna Frostveil—telah memasuki pelatihan keras di istana ayahnya. Kita masih belum bisa menembus Frostveil Barrier."

Anggota lain:

"Kalau begitu… kita fokus ke satu hal."

Pemimpin:

"…mendapatkan boneka hidup itu."

Sebuah bola kristal menunjukkan Zura yang dikepung tiga eksperimen gelap.

Pemimpin:

"Jika kita mendapatkan boneka yang bisa menyerap qi tanpa batas…"

Ia tersenyum gelap.

"Gerbang kuno akan terbuka lebih cepat."

---

šŸŒ• ADEGAN 4 — Damien Bergerak Menuju Pertempuran

Damien melesat di tengah hutan.

Mata God-Sight melacak garis qi Zura.

Setiap langkahnya meninggalkan retakan tanah.

Damien:

"Jika mereka menyentuh satu helai rambut Zura…"

Aura Damien membengkak, berubah menjadi tekanan udara yang menindas.

Damien:

"…aku akan naik ranah saat menghabisi mereka."

Aura mulai bergetar.

šŸ”ø [Spirit Manifest Realm 7 → menuju Spirit Manifest Realm 8]

šŸ”ø Hyper Red Primordial mulai aktif.

Suara Misterius:

[Jika kau membunuh sambil fokus pada emosi, kau akan naik ranah lebih cepat.]

Damien tersenyum dingin.

Damien:

"Bagus. Aku punya banyak alasan untuk marah."

Ia menghilang dalam kilatan merah-emas—

menuju pertempuran Zura.

---

šŸ”„ END CHAPTER 102 šŸ”„

More Chapters