Cherreads

Chapter 117 - Chapter 117

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 CHAPTER 117 — "Hancurnya Zura, Voidstep Hunter Dibunuh, dan Dewa Es Melarikan Diri"

(MC: Damien Valtreos)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌑 ADEGAN 1 — Titik Hancur Zura

Serangan terakhir dari Voidstep Hunter menghantam Zura yang sudah di batasnya.

CRACK—

Retakan terakhir menembus dari dada ke punggungnya.

Tubuh Zura bergetar keras… kemudian berhenti.

"ZURA!!"

Damien berlutut, memegang tubuh partner-nya.

Zura tidak langsung pecah…

tapi seluruh tubuhnya sudah seperti pecahan porselen yang menunggu waktu.

Dengan suara sangat pelan:

"Tuan Damien… saya mohon… bertahanlah…"

Retakannya menyala samar.

Ia hampir hilang.

Damien menggeretakkan gigi, menahan amarah yang menekan dadanya.

Rex dan Hana hanya bisa melihat—takut, putus asa, marah.

---

❄️ ADEGAN 2 — Voidstep Hunter Menyerang Damien yang Tergoyah

Voidstep Hunter tersenyum bengkok melihat Zura di ambang hancur.

"Bagus. Sekarang tinggal kau."

Ia melompat dengan cepat, cakar hitamnya memanjang, siap menyayat Damien yang lemah.

Aurelius berdiri di belakang, menunggu hasilnya.

"Hancurkan saja dia. Kita tidak butuh tubuhnya."

Rex berteriak:

"DAMIEEEEN!!"

Hana mencoba maju tapi tekanan dua monster itu terlalu kuat.

---

⚡ ADEGAN 3 — Moon-Red Instinct Meledak… Tapi Bukan OP

Saat Voidstep Hunter hendak menghabisi Damien—

Damien tidak mengeluarkan serangan besar.

Tidak ada ledakan kekuatan.

Tidak ada transformasi besar.

Yang muncul hanya reaksi insting, kecil namun sangat terarah.

Di momen terakhir, Damien memiringkan tubuh Zura ke samping…

dan berdiri tepat di depan serangan Hunter.

Moon-Red Instinct menyala tipis, seperti cahaya merah-perak yang membungkus tubuhnya.

Cakar Voidstep Hunter mengenai cahaya tipis itu—

dan untuk pertama kalinya… ia mundur setengah langkah.

"…apa ini?!"

Bayangan di tubuhnya bergetar.

Damien menatapnya dengan mata merah-perak, basah oleh amarah dan rasa kehilangan yang menumpuk:

"Aku bilang…

kalau kalian mau ambil aku…

lewati dia dulu."

---

🌕 ADEGAN 4 — Tarian Kematian Damien (Menggunakan Trik, Bukan Kekuatan Besar)

Damien tahu ia tidak mungkin mengalahkan Hunter secara kekuatan murni.

Tapi ia masih punya:

— kecepatan insting

— lunar cut ringan

— dan kecerdikan

Voidstep Hunter menerjang lagi.

Damien mengelak dengan refleks bulanan yang meningkat: tidak cepat, hanya tepat.

Damien menyentuh tanah, menggoreskan pola kecil.

"Satu detik lagi…"

Hunter menghina:

"Kau lemah. Kau hanya bertahan!"

Damien tersenyum kecil, pucat.

"Ya. Tapi kadang bertahan… sudah cukup buat bunuhmu."

Hunter melompat untuk menebas Damien—

dan kakinya menginjak pola petir tipis di tanah.

TRAK—

Petir kecil memanjat tubuh Hunter, membuatnya kaku sepersekian detik.

Damien menggerakkan dua jari.

"Moon Pierce — Crescent Line."

Bukan serangan besar.

Hanya garis tipis.

CHAK—

Garis itu menempel tepat di leher bayangan Hunter…

dan karena tubuh Hunter lagi kaku, ia tidak bisa mengeraskan bayangannya.

Hunter memekik:

"A-APA—"

Damien menarik napas…

dan menatapnya dingin untuk terakhir kalinya.

"Pergi."

TING—

Garis lunar itu terputus.

Kepala Voidstep Hunter jatuh perlahan.

Tubuh bayangan itu runtuh menjadi asap hitam yang pecah terhembus angin.

Voidstep Hunter—

TEWAS.

---

❄️ ADEGAN 5 — Aurelius Terluka Untuk Pertama Kalinya

Aurelius, sang Dewa Es peringkat rendah, menyipitkan mata.

"…kau membunuh Voidstep Hunter hanya dengan trik kecil?"

Damien menatapnya tanpa emosi.

"Kalau kau mau nyusul… ayo."

Aurelius mengangkat tangan.

Es putih menyelimuti ujung jarinya—

tapi tiba-tiba ia terbatuk.

Setitik darah jatuh ke lantai es.

Rex membelalak.

"H-Hah?! Monster itu… berdarah?!"

Hana panik.

"Dia… terluka? Sejak kapan?!"

Aurelius meraba dadanya—dan baru sadar:

Saat Damien menyingkirkan Zura menggunakan petir kecil…

sebagian serpihan petir itu menyambar inti dinginnya.

Tidak cukup untuk membunuh.

Hanya… mengganggu sistem es-nya.

Cukup untuk membuatnya sadar kalau ia tidak bisa bertarung lama.

Aurelius mendesis dingin.

"Aku tidak akan mati di tempat kotor ini."

Ia memberi tatapan benci pada Damien.

"Baik, bocah lunar…

kau sudah membuatku rugi."

Kemudian ia tertawa tipis, rendah, kejam.

"Mulai hari ini, setiap langkahmu…

akan dipenuhi pemburu.

Setiap malam… akan ada bayangan yang mencarimu.

Aku pastikan kau tidak bisa tidur damai."

---

🌑 ADEGAN 6 — Mundurnya Dewa Es

Aurelius mengangkat tangan, memecah udara menjadi serpihan es.

Rex mengambil langkah maju:

"KAU MAU LARI?!!"

Hana mengangkat pedangnya:

"L-Lawan kami!!"

Aurelius hanya menatap mereka seperti serangga.

"Aku tidak lari.

Aku hanya mundur…

untuk membunuh kalian dengan cara yang lebih menyakitkan."

Lalu tubuhnya berubah menjadi kabut putih es….

dan menghilang sepenuhnya.

---

🌕 ADEGAN 7 — Damien Memeluk Zura

Rex dan Hana menyerbu Damien.

"BRO… kau… kau hidup…"

Hana menahan tangis.

"Kau gila banget… kenapa berdiri sendiri begitu…"

Damien tidak menjawab.

Ia memeluk Zura yang tubuhnya sudah 95% retak.

"Zura… aku di sini…"

Damien berbisik pelan.

Zura membuka mata redup.

"Tuan Damien… apakah saya… berhasil melindungi Anda…?"

Damien menahan air mata.

"…ya. Kau selalu melakukannya."

Zura tersenyum… dan serpihan tubuhnya mulai terlepas perlahan.

Namun ia belum hancur.

Belum.

Damien menggenggam tubuhnya seperti memegang sesuatu yang rapuh.

"Aku janji…

aku bakal nyelamatinmu.

Entah gimana caranya…"

Rex dan Hana hanya bisa terdiam.

---

🔥 END CHAPTER 117

More Chapters