Pagi tidak membawa harapan.
Hanya cahaya redup yang memperlihatkan kehancuran dengan lebih jelas.
Frank berjalan tanpa tujuan, melewati bangunan runtuh dan jalanan kosong. Ia tidak lelah. Ia tidak lapar… untuk saat ini.
Namun yang perlahan menghilang adalah sesuatu yang lebih berharga.
Ingatan.
"Aku… siapa…"
Ia berhenti.
Franklin Salvatore.
Nama itu masih ada.
Tapi…
Wajah ibunya?
Kosong.
Teman-temannya?
Hilang.
Seseorang… yang penting…
Ia memegang kepalanya.
"Ada… seseorang…"
Dan tiba-tiba—
Flash.
Seorang gadis.
Rambut panjang.
Tertawa.
Memanggil namanya.
"Frank!"
Frank terjatuh ke lutut.
"Siapa dia…?"
Jantungnya tidak berdetak… tapi rasa sakit itu nyata.
Jika ia kehilangan semua ingatannya…
Apa yang tersisa dari dirinya?
Langkah kaki terdengar lagi.
Tapi kali ini berbeda.
Cepat.
Ringan.
Hidup.
Frank mengangkat kepala.
Di kejauhan—
Seorang gadis.
Masih hidup.
Dan untuk pertama kalinya sejak ia berubah…
Frank ragu.
Bukan karena lapar.
Tapi karena takut.
Takut jika ia mendekat…
Ia akan menghancurkan satu-satunya hal yang mungkin bisa mengingatkannya…
Bagaimana rasanya menjadi manusia.
