Cherreads

Chapter 7 - Bab 7: Anggur Merah di Ujung Bilah

Metropolis di malam hari adalah sebuah paradoks. Di atas permukaan, ia adalah kota futuristik yang dipenuhi lampu neon dan pencakar langit yang menembus awan. Namun di bawah bayang-bayangnya, kota ini adalah sarang predator yang saling memangsa. Kabar mengenai hancurnya Fasilitas Delta milik Bio-Gene telah menyebar seperti api di atas tumpahan minyak. Bagi masyarakat awam, itu hanyalah "ledakan gas" atau "gangguan teknis", namun bagi para pemegang kekuasaan, itu adalah sebuah deklarasi perang.

Di Villa Nomor Sembilan, suasana justru sangat kontras. Kesunyian di sini terasa begitu pekat, seolah-olah waktu sendiri pun enggan untuk mengalir. Di tengah taman belakang yang luas, Ling Feng berdiri dengan tenang. Di hadapannya, gagang pedang hitam yang ia rebut kembali dari Bio-Gene tertancap di atas tanah yang gembur.

"Qin Zhen," panggil Ling Feng tanpa menoleh.

"Saya di sini, Tuan Ling," Qin Zhen melangkah maju, tangannya memegang sebuah kotak kayu jati kuno berisi hasil jarahan dari brankas pribadi Keluarga Ling.

"Buka kotaknya," perintah Ling Feng.

Di dalam kotak itu terdapat belasan berlian mentah sebesar ibu jari dan puluhan kepingan giok (jadeite) kelas tertinggi. Bagi manusia fana, ini adalah kekayaan yang bisa menghidupi tujuh turunan. Namun di mata Ling Feng, benda-benda ini hanyalah alat.

"Di dunia yang miskin energi seperti Bumi, batu-batu ini adalah satu-satunya wadah yang strukturnya cukup stabil untuk menampung tekanan Qi tanpa hancur," batin Ling Feng.

Ia mulai bergerak. Ia tidak menggunakan kuas atau tinta. Ling Feng mengangkat tangannya ke udara, dan seketika, tekanan atmosfer di sekitar taman itu mendadak berubah. Dengan gerakan jari yang begitu presisi, ia mulai menggambar simbol-simbol kuno yang bersinar keemasan di udara hampa.

Ini adalah proses pembuatan [Formasi Sembilan Arus Penjaga]. Ling Feng melemparkan berlian-berlian itu ke titik-titik strategis sesuai dengan arah mata angin langit. Begitu berlian itu menyentuh tanah, mereka tidak lagi nampak seperti permata, melainkan seperti paku-paku energi yang mengunci medan magnet bumi di bawah villa tersebut.

"Manusia fana menggunakan listrik untuk menerangi kota," gumam Ling Feng sambil menggigit ujung jarinya. Setetes Darah Qi yang kental dan panas jatuh tepat ke gagang pedangnya. "Aku akan menggunakan listrik mereka untuk membangun bentengku."

Seketika, seluruh lampu di distrik sekitar Villa Nomor Sembilan berkedip hebat. Ling Feng sedang "membajak" jaringan listrik bawah tanah Metropolis, menyaring energinya yang kasar melalui Array berlian tadi, dan mengubahnya menjadi Qi murni yang dialirkan ke dalam gagang pedangnya.

"Dengan ini, raga Tingkat 2 Tahap 1-ku tidak akan lagi tertekan oleh hawa pedang ini. Formasi ini akan menjadi penyangga antara jiwaku dan raga fana ini," batinnya. Setelah memastikan villa tersebut menjadi "Zona Kematian" bagi siapa pun yang berani masuk tanpa izin, Ling Feng berbalik.

"Qin Zhen, siapkan pakaianku. Kita punya pesta yang harus dihadiri."

Pesta Peringatan Metropolis di Balai Kota adalah puncak dari kemunafikan elit. Di bawah lampu kristal raksasa, para pejabat, pengusaha, dan jenderal berkumpul untuk saling memuji. Namun, di setiap sudut ruangan, unit elit "Garda Pembersih" dari Bio-Gene telah bersiap.

Jenderal Wang, seorang pria dengan otot yang nampak seperti baja di balik seragam militer resminya, berdiri dengan angkuh. Dia adalah praktisi Kelas Emas Tahap 5. Di dunia ini, dia dianggap sebagai pahlawan perang yang tak terkalahkan.

"Jika bocah bernama Ling Feng itu benar-benar muncul, aku akan memastikan dia tidak bisa merangkak keluar dari gedung ini," ucap Jenderal Wang sambil menyesap wiskinya.

Tepat saat itu, pintu aula terbuka lebar.

Ling Feng melangkah masuk dengan tenang. Ia tidak mengenakan tuksedo, hanya kemeja hitam sederhana dengan kancing atas terbuka. Namun, kehadirannya membuat seluruh kebisingan di aula itu mati seketika. Ada sesuatu dari langkah kakinya yang membuat lantai marmer seolah-olah bergetar pelan, sinkron dengan detak jantung setiap orang di sana.

Ling Feng mengabaikan semua tatapan benci. Ia berjalan lurus ke arah meja jamuan, mengambil sebuah gelas berisi anggur merah, dan menyesapnya dengan elegan.

"Lancang sekali!" Jenderal Wang melangkah maju, melepaskan aura Kelas Emas-nya yang membuat para tamu di sekitarnya kesulitan bernapas. "Kau menghancurkan fasilitas negara dan mencuri aset Bio-Gene. Berlutut sekarang, atau aku akan mengeksekusimu di tempat!"

Ling Feng menurunkan gelasnya perlahan, menatap Jenderal Wang dengan tatapan seorang kaisar yang sedang melihat seekor lalat yang berisik. "Fasilitas negara? Kau menyebut sarang tikus yang mencoba membedah senjataku sebagai fasilitas negara? Jenderal, bicaramu terlalu besar untuk seseorang yang darahnya dipenuhi oleh obat penenang."

"Cari mati!" Jenderal Wang meledak. Ia melesat dengan tinju yang dilapisi cahaya emas pekat. Pukulan ini mampu meratakan sebuah bunker beton.

Namun, di mata Ling Feng, gerakan itu sangat primitif.

DORRR!

Sebelum tinju Jenderal Wang mendarat, sebuah tembakan sniper dari gedung seberang terdengar. Bio-Gene tidak mau ambil risiko; mereka menembakkan peluru khusus Anti-Qi yang dirancang untuk menguapkan sumsum tulang Master Kelas Emas sekalipun.

Tanpa menoleh, tanpa menghentikan napasnya, Ling Feng mengangkat tangan kirinya ke samping telinga. Dua jarinya menjepit sesuatu di udara dengan suara ting yang sangat nyaring hingga memecahkan beberapa gelas di dekatnya.

Itu adalah peluru sniper. Peluru itu masih berputar hebat, mengeluarkan panas yang bisa melelehkan baja, namun terhenti dengan hina di antara dua jari Ling Feng.

"Ini... tidak mungkin..." gumam Jenderal Wang, tinjunya terhenti di udara, matanya bergetar melihat pemandangan yang mustahil itu. Menangkap peluru sniper dengan tangan kosong adalah sesuatu yang bahkan tidak bisa dilakukan oleh seorang praktisi Kelas Raja sekalipun dengan mudah.

"Kalian menggunakan teknologi untuk membunuh," Ling Feng menatap peluru di jarinya dengan rasa bosan. "Tapi kalian lupa bahwa benda ini terbuat dari logam bumi, dan aku... adalah pemilik dari segala unsur di bawah langit."

Ling Feng menjentikkan jarinya. Peluru itu melesat kembali ke arah asalnya dengan kecepatan sepuluh kali lipat.

BOOM!

Sebuah ledakan terjadi di gedung seberang saat posisi sniper itu hancur berantakan. Ling Feng kemudian kembali menatap Jenderal Wang yang kini sudah pucat pasi.

"Sekarang," Ling Feng melangkah maju satu langkah, dan seketika aura Tingkat 2 Pembersihan Darah miliknya meledak. Ruangan yang tadinya terang benderang mendadak terasa gelap dan sesak. "Siapa tadi yang ingin melihatku berlutut?"

Jenderal Wang mencoba melawan, namun kakinya mendadak lemas. Ia merasakan tekanan yang bukan berasal dari kekuatan fisik, melainkan tekanan dari Hirarki Keberadaan. Di hadapan Ling Feng, dia merasa seperti sebutir debu di hadapan matahari.

"Aku akan memberimu satu kesempatan, Jenderal," ucap Ling Feng sambil menuangkan sisa anggur merahnya ke lantai, tepat di depan sepatu Jenderal Wang. "Beri tahu Bio-Gene. Aku tidak akan mencari mereka. Aku akan menunggu mereka datang kepadaku. Dan setiap tetes anggur yang tumpah malam ini, akan kuganti dengan satu nyawa dari petinggi kalian."

Ling Feng berbalik dan berjalan keluar dengan tenang, meninggalkan aula yang kini dipenuhi oleh orang-orang yang gemetar ketakutan. Pesta itu berakhir bukan dengan tarian, melainkan dengan keheningan maut.

Malam itu, Metropolis sadar. Konsekuensi dari mengusik Ling Feng bukan sekadar kekalahan, melainkan penghapusan harga diri dan eksistensi.

More Chapters