Tidak semua pertempuran dimulai dengan suara tembakan.
Sebagian… dimulai dengan keheningan.
INT. GEDUNG PELNI — LOBI — SIANG MENJELANG SORE
Pintu kaca terbuka.
Empat orang masuk.
Pakaian rapi.
Langkah tenang.
Tidak terburu-buru.
Namun setiap gerakan mereka… terukur.
Seolah mereka sudah memetakan tempat ini sebelum datang.
Resepsionis tersenyum.
“Selamat siang, ada yang bisa dibantu—”
Salah satu dari mereka hanya mengangguk tipis.
“Kami ada janji.”
Nada suaranya datar.
Tidak tinggi.
Tidak rendah.
Tapi cukup membuat udara terasa lebih dingin.
CUT TO: INT. RUANG KONTROL — LANTAI 6
Yuri menatap layar.
“Empat orang. Masuk dari pintu utama.”
Mayjen Okta berdiri.
“Profil?”
Doni mengetik cepat.
Layar berubah.
Data muncul.
Namun… kosong.
“Tidak ada data,” kata Yuri.
Doni berhenti sejenak.
Lalu berkata pelan:
“Justru itu datanya.”
Sunyi.
ARKA
“Artinya?”
Profesor Arief menjawab:
“Mereka tidak ingin ditemukan.”
MAYJEN OKTA
“Level ancaman?”
Doni menatap layar.
Lebih dalam.
Lebih lama.
“Tinggi.”
HENING
Satu kata itu cukup.
CUT TO: INT. DALAM GARUDA
Arka berdiri di dalam armor.
Cahaya biru menyala.
Napasnya berat.
AI GARUDA“Mode siaga aktif.”
Arka mengepalkan tangan.
“Ini… pertama kali…”
AI GARUDA“Lingkungan tidak stabil.”
Arka menelan ludah.
LUAR — RUANG KONTROL
Yuri:
“Mereka naik ke lantai 6.”
Mayjen Okta:
“Tutup akses umum.”
Beberapa layar berubah.
Pintu otomatis terkunci.
Lift dibatasi.
Namun—
DATA BERKEDIP
Doni menatap layar.
“Tidak cukup.”
Yuri:
“Maksudnya?”
Doni:
“Mereka tidak pakai akses biasa.”
CUT TO: INT. LIFT
Empat orang itu berdiri diam.
Lift naik.
Namun panel tidak menunjukkan lantai.
Salah satu dari mereka menyentuh panel.
Sekilas.
Lift berhenti.
Bukan di lantai 6.
Namun… di antara lantai.
CUT BACK: RUANG KONTROL
Yuri:
“Mereka hilang dari tracking!”
Doni langsung berdiri.
“Bukan hilang.”
Ia menunjuk layar.
“Mereka masuk dari jalur lain.”
PROF ARIEF
“Internal bypass…”
Mayjen Okta:
“Berarti mereka tahu struktur gedung.”
Sunyi.
DALAM GARUDA
Arka merasakan getaran kecil.
“Kenapa ini… beda…”
AI GARUDA“Ancaman mendekat.”
Arka:
“Dari mana?!”
CUT TO: INT. LORONG TERSEMBUNYI
Pintu logam terbuka perlahan.
Empat orang itu muncul.
Tanpa suara.
Tanpa ragu.
Mereka tidak mencari.
Mereka sudah tahu.
CUT BACK: RUANG KONTROL
Yuri:
“Mereka menuju…”
Ia berhenti.
Doni melanjutkan:
“Garuda.”
MAYJEN OKTA
“Semua unit siaga.”
Namun—
Doni mengangkat tangan.
“Tidak.”
Semua menoleh.
DONI
“Kalau kita bergerak sekarang…”
“…mereka akan tahu semua.”
Yuri:
“Dan kalau tidak?”
Doni:
“Mereka tetap tahu.”
Sunyi.
MOMEN TEGANG
Profesor Arief berkata pelan:
“Ini bukan soal menang atau kalah.”
“Ini soal siapa yang membaca langkah lebih dulu.”
DALAM GARUDA
Arka mencoba tetap tenang.
Namun jantungnya semakin cepat.
“Kalau mereka sampai sini…”
AI GARUDA“Rekomendasi: aktifkan mode respons.”
Arka ragu.
CUT TO: LORONG MENUJU FASILITAS
Empat orang itu berjalan.
Salah satu dari mereka berhenti.
Mengangkat tangan.
Seolah… merasakan sesuatu.
PRIA ITU
“Di sini.”
Yang lain mengangguk.
CUT BACK: RUANG KONTROL
Doni melihat layar.
Satu titik merah muncul.
Semakin dekat.
Ia menarik napas panjang.
DONI (PELAn)
“Mereka menemukan kita.”
MAYJEN OKTA
“Perintah?”
Sunyi.
Semua menunggu.
DONI
Menatap layar.
Lalu berkata:
“Buka jalur ke Garuda.”
Yuri terkejut.
“APA?!”
Doni:
“Kalau mereka ingin masuk…”
“…biarkan.”
Arka di dalam Garuda:
“Pak?!”
MOMEN MENEGANG
Semua diam.
Profesor Arief tersenyum tipis.
“Strategi lama…”
DONI
“Kalau mereka masuk terlalu jauh…”
“…mereka tidak akan bisa keluar.”
CUT TO: PINTU FASILITAS GARUDA
Pintu besar terbuka.
Perlahan.
Empat orang itu berdiri di depan.
Melihat ke dalam.
Dan di sana—
Garuda Armor berdiri.
Menyala.
DALAM GARUDA
Arka melihat mereka.
Untuk pertama kalinya.
Napasnya tertahan.
“Ini mereka…”
LUAR
Salah satu dari mereka maju.
Selangkah.
Lalu berkata pelan:
“Kami tidak datang untuk bertarung.”
Sunyi.
RUANG KONTROL
Yuri:
“Jangan percaya.”
Doni:
“Aku tidak percaya.”
KEMBALI KE FASILITAS
Pria itu melanjutkan:
“Kami datang untuk memastikan.”
Arka:
“Memastikan apa?!”
Pria itu menatap Garuda.
Lebih dalam.
“Bahwa ini benar.”
MOMEN KRITIS
Tiba-tiba—
semua lampu berkedip.
AI GARUDA“Deteksi sinyal… meningkat.”
DUA SINYAL
Grafik muncul:
Arka …sesuatu yang lain RUANG KONTROL
Yuri:
“Yang kedua aktif lagi!”
Doni menyempitkan mata.
LAST MOMENT
Pria di depan Garuda tersenyum tipis.
“Jadi… benar ada dua.”
LAST LINE
Dan untuk pertama kalinya—
mereka tidak hanya melihat Garuda.
Mereka melihat Arka.
